what would steve do? 10 lessons from the worlds most captivating presenters

April 4th, 2013 indrakharisma Posted in Lain-Lain | 1 Comment »

tips ini disarikan dari presentasi di http://www.slideshare.net/HubSpot/what-would-steve-do-10-lessons-from-the-worlds-most-captivating-presenters

semoga bisa menginspirasi kita supaya bisa membuat dan mempresentasikan ide kita dengan power-point

what would steve do?

10 lessons from the worlds most captivating presenters

#1

Craft a Story that captures

BOTH HEART & MIND

#2

Create Slides that lead

Your Audience to Say “YES”

#3

Start By Telling Us

Why We Should Care

#4

Show Us How Your Product

Will Make Our Lives

BETTER

#5

Use Simple Languge,

FREE OF JARGONS

#6

Use Metaphors

To Give Meaning

#7

Ditch The Bullet points

PERMANENTLY

#8

Don’t Just Tell Us

SHOW US

#9

It’s Not A Presentations

IT’s A PERFORMANCE

#10

There is no Shortcut

TO EXCELLENCE

informasi detail tentang tips ini bisa dilihat pada http://blog.hubspot.com/blog/tabid/6307/bid/34274/7-Lessons-From-the-World-s-Most-Captivating-Presenters-SlideShare.aspx 

AddThis Social Bookmark Button

Guns N’ Roses - November Rain Lyrics

November 3rd, 2012 indrakharisma Posted in Lain-Lain | 1 Comment »

When I look into your eyes
I can see a love restrained
But darlin’ when I hold you
Don’t you know I feel the same

‘Cause nothin’ lasts forever
And we both know hearts can change
And it’s hard to hold a candle
In the cold November rain

We’ve been through this such a long long time
Just tryin’ to kill the pain

But lovers always come and lovers always go
An no one’s really sure who’s lettin’ go today
Walking away

If we could take the time
To lay it on the line
I could rest my head
Just knowin’ that you were mine
All mine
So if you want to love me
Then darlin’ don’t refrain
Or I’ll just end up walkin’
In the cold November rain

Do you need some time…on your own
Do you need some time…all alone
Everybody needs some time…
On their own
Don’t you know you need some time…all alone

I know it’s hard to keep an open heart
When even friends seem out to harm you
But if you could heal a broken heart
Wouldn’t time be out to charm you

Sometimes I need some time…on my
Own
Sometimes I need some time…all alone
Everybody needs some time…
On their own
Don’t you know you need some time…all alone

And when your fears subside
And shadows still remain
I know that you can love me
When there’s no one left to blame
So never mind the darkness
We still can find a way
‘Cause nothin’ lasts forever
Even cold November rain

Don’t ya think that you need somebody
Don’t ya think that you need someone
Everybody needs somebody
You’re not the only one
You’re not the only one

AddThis Social Bookmark Button

Konsep Orisinalitas

January 1st, 2012 indrakharisma Posted in Research | 3 Comments »

dalam merancang dan membuat penelitian, salah satu kriteria bahwa penelitian tersebut berkualitas adalah orisinalitasnya, dalam arti penelitian tersebut belum pernah dilakukan oleh orang lain. kata-kata ‘an original contribution to knowledge’  menjadi ajuan dasar kualitas dari suatu penelitian. namun, sebenarnya apakah definisi dari orisinalitas dalam suatu penelitian?

dalam bukunya(How to get a PhD : A handbook for students and their supervisors), Estelle M. Phillips and Derek S. Pugh mengidentifikasikan definisi orisinalitas menjadi 15 kriteria, suatu karya dinilai orisinal jika memenuhi salah satu dari kriteria tersebut.

  1. setting down a major piece of new information in writing for the first time;
  2. continuing a previously original piece of work;
  3. carrying out original work designed by the supervisor;
  4. providing a single original technique, observation, or result in another wise unoriginal but competent piece of research;
  5. having many original ideas, methods and interpretations all performed by others under the direction of the postgraduate;
  6. showing originality in testing somebody else’s idea.
  7. carrying out empirical work that hasn’t been done before;
  8. making a synthesis that hasn’t been made before;
  9. using already known material but with a new interpretation;
  10. trying out something in Britain* that has previously only been done broad; –dalam artian belum pernah dikerjakan didalam negeri
  11. Taking a particular technique and applying it in a new area;
  12. bringing new evidence to bear on an old issue;
  13. being cross-disciplinary and using different methodologies;
  14. looking at areas that people in the discipline haven’t looked at before;
  15. adding to knowledge in a way that hasn’t been done before.
AddThis Social Bookmark Button

taxonomy research methods, by Jarvinen

June 13th, 2011 indrakharisma Posted in Research | 1 Comment »

Jarvinen’s taxonomy of research methods

hanya untuk reminder, salah satu cara menentukan metode penelitian.

AddThis Social Bookmark Button

from Richi Rich 2.0 to Internet bubble 2.0

June 13th, 2011 indrakharisma Posted in Social Media | No Comments »

StartUp….

istilah ini sangat populer pada era ini, terutama pasca meledaknya media sosial. memang embrionya tetap berasal dari sisa-sisa reruntuhan internet bubble pada awal tahun 2000. saat itu ekpektasi investor terhadap saham-saham perusahaan dot com (lebih tepatnya perusahaan teknologi sebenarnya) sangat tinggi, namun sayangnya yang mudah datang mudah juga pergi, nilai saham yang tiba-tiba melonjak tinggi menjadi jatuh di banting dari jurang secara mendadak. perusahaan yang masih bertahan atau orang-orangnya, tetap percaya terhadap peluang keberhasilan pada perusahaan dot com,  silicon valley tetap menjadi oasis ide dan determinasi perusaahan StartUp untuk meraih kesuksesan.

lihatlah richi rich - richi rich baru seperti Mark Elliot Zuckerberg dengan facebooknya atau Robert Nay pencipta game iPhone angryFish. mereka telah berbicara dan menghasilkan banyak dari hasil karya mereka. tidak hanya itu, banyak-perusahaan perusahan startUp yang telah berkembang menjadi bisnis besar, misalnya Sykpe, facebook, twitter atau linkedIn.

bahkan LinkedIn pada bulan mei lalu melakukan IPO di lantai bursa amerika, dalam hari pertama harga sahamnya langsung melonjak naik lebih dari 200%.  kekuatiran terjadinya internet bubble 2.0 tentu saja menjadi pemikiran banyak pihak, tentu saja hal ini langsung dibantah oleh pihak linkedIn, karena mereka mempunyai model bisnis yang baik, walaupun mereka menyediakan layanan gratis, namun mereka bisa mengeruk keuntungan dari iklan lowongan pekerjaan yang cukup besar, maklum jutaan profesional lengkap dengan CV bergabung disitus ini.

LinkedIn cukup sukse dibandingkan Google dan VMWare, bahkan saham VMWare turun dibawah harga penawarannya setelah 1 tahun walaupun sempat mengalami kenaikan yang signifikan pada awal-awal penawarannya.dalam waktu dekat ini facebook berencana untuk IPO, tentu saja harganya diprediksi akan lebih dasyat dariLinkedIn jika dilihat dari pangsa pasar facebook.

apa yang bisa kita pelajari dari sini?

bisnis dot com masih merupakan bisnis yang prospektif, terutama dipasar indonesia yang relatif belum terjamah plus kenaikan signifikan jumlah pengguna. perusahaan StartUp  diindonesia kurang greget, walaupun ada namun masih kurang bagus dalam menciptakan BUZZ.

menciptakan perusahaan StartUp dimulai dari ide produk, kemudian memikirkan model bisnisnya. dukungan komunitas diindonesia masih perlu ditingkatkan terutama untuk menciptakan iklim kewirausahaan, semoga booming lomba-lomba wirausaha bisa juga memberi dampak pada perusahaan startUp untuk bisa lebih berbicara. selain dukungan linkungan dalam menciptakan iklim, dukungan dana untuk membiayai (baca:membeli saham) perusahaan startUp di indonesia masih sangat-sangat kurang.

semoga segera muncul Richi Rich 2.0 baru dari indonesia.

AMIN

AddThis Social Bookmark Button

Citation Otomatis di ms Word

March 12th, 2011 indrakharisma Posted in Lain-Lain | No Comments »

jika mengerjakan laporan penelitian, baik skripsi, paper, thesis, jurnal, dan lain-lain pasti akan sangat akrab dengan referensi/citation. namun tidak banyak yang tahu bahwa di word menyediakan referensi otomatis jadi anda tidak perlu secara manual merubah cititasi, dan padahal hal tersebut merupakan pekerjaan yang menyita waktu namun harus dilakukan untuk konsistensi dan kualitas penulisan.

pada word dalam menu reference anda bisa memasukan informasi referensi seperti nama penelitian, penulisnya,nama seminar jika merupakan seminar, dan informasi lainnya yang penting untuk bisa disimpan sebagai master referensi dan kemudian digunakan ketika paper tersebut di cite. selain itu secara otomatis bisa dibuat daftar pustaka.

namun sayangnya format style referensi standar dalam ms word masih sangat terbatas, misalnya tidak terdapat stadar penulisan paper IEEE dan ACM. namun anda bisa menambahnya secara manual sendiri dengan koleksi yang lebih lengkap. caranya download dulu  master style referensi di sini

kemudian extrak dan simpan didalam folder

 %program files%\Microsoft Office\Office12\Bibliography\Style

restart ms word anda, dan anda sudah bisa mengunakan style referensi pada word dengan format yang lebih beragam, dan pastinya akan menghemat waktu anda

selamat mencoba

AddThis Social Bookmark Button

JSON, serialize atau var_export?

February 14th, 2011 indrakharisma Posted in Pemrograman | No Comments »

ketika anda memerlukan menyimpan data array, anda bisa melakukannya dengan 3 cara, var_export, JSON, dan serialize. anda tidak perlu membuat fungsi secara manual untuk melakukannya. berikut contah dari ketiga cara tersebut

var_export

// Store cache
file_put_contents($cachePath, “<?php\nreturn ” . var_export($myDataArray, true) . “;”);
// Retrieve cache
$myDataArray = include($cachePath);

Serialize

// Store cache
file_put_contents($cachePath, serialize($myDataArray));
// Retrieve cache
$myDataArray = unserialize(file_get_contents($cachePath));

JSON

// Store cache
file_put_contents($cachePath, json_encode($myDataArray));
// Retrieve cache
$myDataArray = json_decode(file_get_contents($cachePath),true);

 Kapan Harus Memilih salah satunya…

menyimpan dengan perintah var_export, data akan disimpan dalam bentuk plain text dengan format asli array, membutuhkan space yang besar, dan ketika data yang disimpan terlalu besar, memungkinkan terjadinya error dalam loading datanya. biasanya dipakai untuk data yang kecil

sedangkan serialize, data yang tersimpan hanya bisa dibaca oleh PHP, namun metode ini yang paling cepat dibandingkan lainnya.

JSON merupakan salah satu standar penyimpan data, kecepatannya relatif sama dengan serialize, bahkan pada data yang sangat besar, tren menunjukan bahwa JSON lebih cepat dibandingkan serialize.

kesimpulannya tergantung dengan kebutuhan, namun secara pribadi.. JSON lebih cocok untuk banyak kesempatan.

referensi : http://techblog.procurios.nl/k/n618/news/view/34972/14863/Cache-a-large-array-JSON-serialize-or-var_export.html

AddThis Social Bookmark Button

taxonomy vs ontology

February 1st, 2011 indrakharisma Posted in Kuliah | 1 Comment »

bedanya apa ya?

sumber :http://www.ideaeng.com/tabId/98/itemId/199/Whats-the-difference-between-Taxonomies-and-Ontol.aspx

There’s quite a bit of overlap between Taxonomies and Ontologies, but I’d summarize the differences as:

1: Ontologies are often broader in scope.

In some cases a taxonomy could be considered a subset of a larger ontology, a taxonomy “tree” in an ontological “forest”.

2: Ontologies tend to hit upon a topic from multiple perspectives; “golf” being viewed as a human activity and also a type of apparel.

3: Ontologies often include quite a bit of controlled vocabulary and rigorous definitions of relationships.  They may also concern themselves much more with process and methodology, regardless of the digital representation.

4: Academics tend to talk about Ontologies, whereas the search industry tends to use Taxonomies.  When you’re researching or shopping for technology, I’d suggest using both.

5: Taxonomies vary by how much additional information they contain.  It can be just a logical grouping of a subject, possibly with or without supporting terms, and whether or not data and actions have been associated with each node.

And these concepts both overlap with a host of other information retrieval, knowledge management and advanced metadata systems.

sumber lain (lebih lebar, membandingkan juga dengan  vocabulary, taxonomy, thesaurus, ontology, dan meta-model) : http://infogrid.org/wiki/Reference/PidcockArticle

What are the differences between a vocabulary, a taxonomy, a thesaurus, an ontology, and a meta-model? ¶

(This excellent overview was written by Woody Pidcock of the Boeing company and posted at metamodel.com. It has been edited slightly so it could be archived here.)

I will answer this question one step at a time. To keep this answer focused on the question, I will use other concepts that I will not define here.

A controlled vocabulary is a list of terms that have been enumerated explicitly. This list is controlled by and is available from a controlled vocabulary registration authority. All terms in a controlled vocabulary should have an unambiguous, non-redundant definition. This is a design goal that may not be true in practice. It depends on how strict the controlled vocabulary registration authority is regarding registration of terms into a controlled vocabulary. At a minimum, the following two rules should be enforced:

1. If the same term is commonly used to mean different concepts in different contexts, then its name is explicitly qualified to resolve this ambiguity.
2. If multiple terms are used to mean the same thing, one of the terms is identified as the preferred term in the controlled vocabulary and the other terms are listed as synonyms or aliases.

A taxonomy is a collection of controlled vocabulary terms organized into a hierarchical structure. Each term in a taxonomy is in one or more parent-child relationships to other terms in the taxonomy. There may be different types of parent-child relationships in a taxonomy (e.g., whole-part, genus-species, type-instance), but good practice limits all parent-child relationships to a single parent to be of the same type. Some taxonomies allow poly-hierarchy, which means that a term can have multiple parents. This means that if a term appears in multiple places in a taxonomy, then it is the same term. Specifically, if a term has children in one place in a taxonomy, then it has the same children in every other place where it appears.

A thesaurus is a networked collection of controlled vocabulary terms. This means that a thesaurus uses associative relationships in addition to parent-child relationships. The expressiveness of the associative relationships in a thesaurus vary and can be as simple as “related to term” as in term A is related to term B.

People use the word ontology to mean different things, e.g. glossaries & data dictionaries, thesauri & taxonomies, schemas & data models, and formal ontologies & inference. A formal ontology is a controlled vocabulary expressed in an ontology representation language. This language has a grammar for using vocabulary terms to express something meaningful within a specified domain of interest. The grammar contains formal constraints (e.g., specifies what it means to be a well-formed statement, assertion, query, etc.) on how terms in the ontology’s controlled vocabulary can be used together.

People make commitments to use a specific controlled vocabulary or ontology for a domain of interest. Enforcement of an ontology’s grammar may be rigorous or lax. Frequently, the grammar for a “light-weight” ontology is not completely specified, i.e., it has implicit rules that are not explicitly documented.

A meta-model is an explicit model of the constructs and rules needed to build specific models within a domain of interest. A valid meta-model is an ontology, but not all ontologies are modeled explicitly as meta-models. A meta-model can be viewed from three different perspectives:

1. as a set of building blocks and rules used to build models
2. as a model of a domain of interest, and
3. as an instance of another model.

When comparing meta-models to ontologies, we are talking about meta-models as models (perspective 2).

Note: Meta-modeling as a domain of interest can have its own ontology. For example, the CDIF Family of Standards, which contains the CDIF Meta-meta-model along with rules for modeling and extensibility and transfer format, is such an ontology. When modelers use a modeling tool to construct models, they are making a commitment to use the ontology implemented in the modeling tool. This model making ontology is usually called a meta-model, with “model making” as its domain of interest.

Bottom line: Taxonomies and Thesauri may relate terms in a controlled vocabulary via parent-child and associative relationships, but do not contain explicit grammar rules to constrain how to use controlled vocabulary terms to express (model) something meaningful within a domain of interest. A meta-model is an ontology used by modelers. People make commitments to use a specific controlled vocabulary or ontology for a domain of interest.
Additions ¶

Michael Uschold of the Boeing company has provided some excellent additions:

There is some good material here, and it is a very difficult question to answer well. A good way to get clear is to say first what they all have in common, and then look at the things that some have that the others do not.

What controlled vocabularies, taxonomies, thesauri, ontologies, and meta-models all have in common are:

* They are approaches to help structure, classify, model, and or represent the concepts and relationships pertaining to some subject matter of interest to some community.
* They are intended to enable a community to come to agreement and to commit to use the same terms in the same way.
* There is a set of terms that some community agrees to use to refer to these concepts and relationships.
* The meaning of the terms is specified in some way and to some degree.
* They are fuzzy, ill-defined notions used in many different ways by different individuals and communities.

The major differences that distinguish these approaches:

* How much meaning is specified for each term?
* What notation or language is used to specify the meaning?
* What is the thing for? Taxonomies, thesauri, ontologies, and meta-models have different but overlapping uses.

A controlled vocabulary may have no meaning specified (it could be just a set of terms that people agree to use, and their meaning is understood), or it may have very detailed definitions for each term.

A taxonomy has additional meaning specified via whatever the meaning of the hierarchical link is. In a traditional ‘taxonomy’ the meaning is generalization/specialization or ‘is a kind of’, depending on what direction you are going. These days the word ‘taxonomy’ is used to refer to other kinds of hierarchies with different meanings for the links (e.g., part of, broader topic than, instance of). Sloppy taxonomies will not identify explicitly what the meaning of the link is, and there may be different meanings. If a taxonomy has a variety of very carefully defined meanings for the hierarchical link, then it bears a stronger resemblance to an ontology.

A thesaurus has two kinds of links: broader/narrower term, which is much like the generalization/specialization link, but may include a variety of others (just like a taxonomy). In fact, the broader/narrower links of a thesaurus is not really different from a taxonomy, as described above. A thesaurus has another kind of link, which typically will not be a hierarchical relation, although it could be. This link may not have any explicit meaning at all, other than that there is some relationship between the two terms.

The word ‘ontology’ has been used to refer to all of the above things. When used in the AI/Knowledge Representation community, it tends to refer to things that have a rich and formal logic-based language for specifying meaning of the terms. Both a thesaurus and a taxonomy can be seen as having a simple language that could be given a grammar, although this is not normally done. Usually they are not formal, in the sense that there is no formal semantics given for the language. However, one can create a model in UML and a model in some formal ontology language and they can have identical meaning. It is thus not useful to say one is an ontology and the other is not because one lacks a formal semantics. The truth is there is a fuzzy line connecting these things.

Look here for a paper describing the many uses of ontologies: A Framework for Understanding and Classifying Ontology Applications (http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.39.6456&rep=rep1&type=pdf Rob Jasper and Mike Uschold.)

There is a very close relationship between a meta-model and an ontology, but it is not necessarily equivalence.

IF: you create an ontology, which is a set of terms naming concepts (classes) and relations, and you use that vocabulary to create a set of data (instances of the classes, and assertions that the instances are related to each other according to the specific relations in the vocabulary), and you think of the set of data you create as the model of your domain,

THEN: the ontology is the meta-model and the set of data created is the model.

In this case, there is little if any useful distinction to be drawn between an ontology and a meta-model. However, meta-models aren’t always used in this way to connect to specific models, which is one of the primary uses of ontologies.

See also: “Where are the Semantics on the Semantic Web?” by Mike Uschold. This paper is an attempt to clarify some issues about different views of semantics and how they apply to the Web. It introduces the idea of a semantic continuum explaining the differences between vocabularies, taxonomies, thesauri, etc. To appear in AI Magazine sometime soon. See http://lsdis.cs.uga.edu/events/Uschold-talk.htm for abstract, paper, and presentation.

AddThis Social Bookmark Button

Daftar sub bidang rekayasa perangkat lunak

January 14th, 2011 indrakharisma Posted in Rekayasa Perangkat Lunak | 1 Comment »

berdasarkan SWEBOK Knowledge Area, sub bidang rekayasa perangkat lunak dibagi menjadi berikut :

Software requirements
Software design
Software construction
Software testing
Software maintenance
Software configuration management
Software engineering management
Software engineering process
Software engineering tools and methods
Software quality

sub bidang rekayasa perangkat lunak tersebut berhubungan erat dengan beberapa disiplin ilmu yang lain, yaitu

Computer engineering
Project management
Computer science
Quality management
Management
Software ergonomics
Mathematics
Systems engineering

AddThis Social Bookmark Button

Mimpi Indonesia ikut piala Dunia

June 17th, 2010 indrakharisma Posted in sepak bola | 1 Comment »

di tengah meriahnya piala dunia 2010 di afrika selatan, melihat tim-tim ungulan inggris, italy, belanda, brasil, argentina, spanyol bertanding, maupun tim-tim kuda hitam kayak korea utara, afsel, swiss.

pingin juga melihat indonesia tampil di kompetisi sepak bola paling prestisius di dunia ini

sempat muncul kejutan dari PSSI yang sempat ikut kompetisi menjadi host piala dunia 2018, namun karena belum didukung pemerintah, wacana tersebut kandas. memang kalaupun berhasil nanti pastinya indonesia akan jadi bulan-bulanan karena lolos bukan karena usaha sendiri namun karena otomatis lolos.

bukan meremehkan, kerena emang remeh :p

tidak ada jalan pintas untuk membuat indonesia masuk piala dunia, saat ini aja peringkat indonesia di FIFA di atas 100an, sangat memalukan. apalagi menurut pelatih timnas yang dulunya pelatih vietnam, skill pemain indonesia dibawah pemain vietnam. sungguh  kenyataan yang memilukan.

sebaiknya yang dilakukan PSSI adalah memperbaiki peringkat FIFA terlebih dahulu untuk memperbaiki prestasi timnas, karena peringkat FIFA cukup kredibel menunjukan kekuatan sepak bola suatu negara. selain itu dengan sendirinya pengalaman serta prestasi timnas indonesai akan terasah dan meningkat seiring dengan meningkatnya peringkat FIFA. memang tidak ada jaminan, jika peringkat bagus, akan masuk Piala Dunia, tapi statistik menyatakan peserta piala dunia mempunyai peringkat FIFA yang bagus, kecuali korut saat ini yang berada di peringat 100 juga :p

untuk meningkatkan peringkat FIFA, harus tahu dulu dong sistem pemeringkatannya.. cite from fifa.com

Was the match won, or did it end in a draw? (M)
• How important was the match (friendly match to FIFA World Cup™)? (I)
• How strong was the opponent in terms of its ranking position and the confederation to which it belongs? (T and C)
These factors are brought together in the following formula to ascertain the total number of points (P).
          

P = M x I x T x C x 100

The following codes and conditions apply to the calculation of points:
M: Points for a victory (3 points), a draw (1 point) or a defeat (0 points) In a penalty shoot-out the winning team gains 2 points, the losing team 1 point.
I: Importance of a match with the following weighting:

  • Friendly match (including small tournaments): I = 1.0
  • World Cup qualifier and continental qualifier: I = 2.5
  • Continental final competition and FIFA Confederations Cup: I = 3.0
  • World Cup final competition: I = 4.0

T: Strength of opposition calculated according to the following formula:
[200 – ranking position of opposition] ÷ 100
Only the team at the top of the ranking is assigned the value 2.00 (teams ranked 150th and below are assigned the minimum weighting of 0.50).
The ranking position is taken from the opposition’s ranking in the most recently published FIFA World Ranking.
C: The strength of a confederation. When calculating intercontinental matches, the mean value of the confederations to which the two competing teams belong is used. The strength of a confederation is calculated on the basis of the number of victories by confederation at the last three FIFA World Cup™ competitions. Their values are as follows.

UEFA 1.00
CONMEBOL 0.98
CONCACAF 0.85
AFC 0.85
CAF 0.85
OFC 0.85

piala dunia ini adalahs sumber point untuk tim-tim yang bertanding, namun dengan catatan harus menang atau minimal seri, tanpa itu nilai yang didapat adalah 0

contoh perhitungan point

ajang World Cup 2010
negara              KOR               vs              GRE
peringkat                47                                 13
regional               AFC (0.85)                     UEFA(1.0)
Skor                     2                                          0
—————————————————
M                         3                                          0
I                                                4  (piala dunia soalnya)
T                          1.87                                   1.53
C                                             0.925 (rerata dari 0.85+1.0 )
——————————————————
2075                                  0                              P = M x I x T x C x 100

saat ini point KOR adalah 632, tentu saja tambahan point 2075 ini akan meroketkan peringkat korea

oh iya, point yang dihitung adalah point rata2 , dengan memperhihtungkan pertandingan yang terjadi 4 tahun terakhir dengan prosentase (100%, 50%, 30%, 20%), artinya tahun ini dihitung 100%, tahun lalu nilainya berkurang hanya 80% saja..

lalu bagaimana triknya supaya Indonesia bisa meningkat peringkatnya?

pertama tentu saja sering-seringlah ikut pertandingan internasion nal, baik persahabatan maupun turnamen. tahun ini timnas hanya bermain di ajang piala ASEAN (tiger cup dulu) diakhir tahun nanti, yang nilai koofisiennya sama dengan pertandingan persahabatan biasa (nilai I= 1), sebaiknya PSSI menghidupkan kembali piala kemerdekaan dan mengundang timnas negara2 lain, sebaiknya mengundang tim eropa maupun amerika selatan. namun yang sekiranya masih bisa dikalahkan :p , karena tanding kalau kalah tidak ada artinya

dengan meningkatnya jumlah pertandingan persahabatan internasional, berarti timnas akan sering berkumpul, tidak perlu TC jangka panjang lah.. cukup ketemu sering aja pas ada pertandingan persahabatan cukup, namun BLI harus menyesuaikan jadwal liga dengan jadwal pertandingan persahabatan internasional.

mungkin segitu dulu… mau nonton korsel lagi. :) semoga bisa buat kejutan mengalahkan argentina

maju terus sepak bola indonesia

AddThis Social Bookmark Button

Branding menggunakan Social Media di era perdagangan bebas

March 25th, 2010 indrakharisma Posted in Social Media | No Comments »

Apa itu Social Media? Kaplan, seorang profesor di bidang marketing dan Haenlein mengungkapkan dalam publikasi ilmiahnya bahwa social media merupakan kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun berdasarkan fondasi ideologi dan teknologi Web 2.0 yang mengijinkan penciptaan dan pertukaran content  yang dibuat oleh pengunanya. Web 2.0 sendiri merupakan aplikasi web yang memfasilitasi interaksi yang lebih atraktif dari pengunaan web konvensional. Contoh dari Social Media adalah Facebook, Blog, Wikipedia, serta YouTube.

Social Media berbeda dengan media massa (misalnya: koran, tv, tabloid) karena social media relatif murah dan semua orang mempunyai kemampuan untuk mempublikasikan ataupun mengakses informasi. Sedangkan media massa biasanya membutuhkan sumber daya yang besar untuk mempublikasikan informasi.

Social media tidak bisa dilepaskan dari akses internet, penetrasi infrastruktur internet mendukung jangkauan efektifitas social media. Tentu saja perkembangan akses internet semakin hari semakin berkembang,  apalagi didukung oleh operator telekomunikasi yang gencar memberikan promosi tentang layanan internet.  Selain itu layananan social media seperti facebook turut memberikan kontribusi dalam meningkatkan penetrasi penguna internet.

Keungulan dari social media adalah mampu memberikan pesan atau informasi kepada publik lebih cepat, selain itu mampu membidik pasar yang beragam dan berpotensi lebih dari media konvensional. Selain itu social media mampu meningkatkan branding sebuah perusahaan dengan biaya yang minim, mungkin anda pernah mendapat invitation di akun facebook anda untuk mendapatkan ponsel dengan cara memberikan update status testimoni positif tentang produk mereka, itu merupakan salah satu stategi yang baik untuk melakukan branding suatu produk secara online, karena testimoni biasanya bersifat positif berasal dari penguna produk yang mempunyai banyak teman yang membaca status di facebooknya, namun terkadang stategi ini malah menjadi antipati jika target yang disasar telah mengetahui motif penulis menulis status hanya untuk mendapatkan hadiah dari produk tertentu.

Social media juga memiliki kelemahan tentunya, kelemahan yang paling utama adalah yang juga merupakan kelebihannya, yaitu word of mouth. Tentu kita masih ingat kasus prita dan RS Omni, dalam hal ini RS Omni mendapat kampanye negatif dari komunitas online terhadap tindakannya memperkarakan prita, dan terbukti jumlah pasien yang periksa di RS Omni menurun drastis ketika kasus tersebut terjadi, dan tentu saja kampanye tersebut menguntungkan prita yang mendapat dukungan moral dari komunitas online yang mendorong terbebasnya prita dari kasus yang ia hadapi.

Yang juga perlu di perhatikan dalam Social media yaitu memerlukan sumber daya yang berkesinambungan untuk membangun branding, harus melakukan pembaruhan tentang isu-isu yang berkembang dan relevan. Selain itu hubungan dengan audience harus terjaga, ketika sebuah informasi terpublish, akan ada audience yang ingin tahu dan memberikan respon berupa pertanyaan atau komentar, jika respon tersebut tidak dijawab maka akan memberikan kesan ketidak puasan terhadap audience, dan hal tersebut akan menjadikan boomerang pada branding yang sedang dibangun. Selain itu social media juga harus mampu beradaptasi terhadap perubahan, karena perubahan akan sering terjadi.

Social media sebenarnya merupakan saluran komunikasi. Merupakan saluran komunikasi berarti mempunyai kemampuan untuk melakukan percakapan dua arah atau dialog, yang dilakukan di media online. Online berarti semua orang mempunyai kebebasan untuk melakukan dialog tersebut, selama mempunyai akses internet. Semua orang berpeluang untuk memberi pendapat atau komentar terhadap suatu pernyataan suatu produk, hal ini meningkatkan promosi mengunakan word of mouth baik secara positif maupun negatif.

Perdagangan bebas 2010

Gonjang ganjing perdangangan bebas (FTA – Free Trade Agreement) 2010 yang mengkuatirkan banyak pihak. Perdagangan bebas 2010 antara ASEAN dan cina ini membebaskan bea masuk produk antar negara ASEAN dan cina, hal ini  tentu saja membuka kran produk impor membanjiri  indonesia. Serangan produk cina yang lebih murah daripada produk lokal membuat banyak sektor industri di indonesia kalang kabut. Sebelumnya ketika dikenakan bea masuk sebesar 5 % produk cina masih lebih murah dibandingkan dengan produk lokal, apalagi saat ini ketika tidak dikenakan bea masuk bagi produk tersebut.

Walaupun FTA tersebut sejatinya juga membuka peluang produk lokal untuk masuk ke negara ASEAN dan cina tanpa adanya bea masuk, seakan-akan Indonesia belum siap menghadapinya, seperti maju perang tanpa stategi, Indonesia terancam mengalami kehancuran dalam waktu singkat, jadi jangan heran jika nanti akan sering terdengar industri domestik yang gulung tikar karena serangan produk cina.

Agar mampu bertahan, produk domestik harus mampu bersaing dengan menciptakan diferensiasi produknya. Inovasi mutlak diperlukan untuk bersaing, apalagi produk cina terkenal mempunyai harga yang murah akan sulit untuk disaingi.  Setelah mempunyai produk yang bersaing, langkah selanjutnya adalah branding produk tersebut, terutama bagi pengusaha produk lokal yang melakukan ekspor produknya. tentu perlu memerlukan media promosi yang baik untuk mencapai hasil yang maksimal.  Salah satu cara yang relatif murah adalah mengkomunikasikan produk tersebut lewat social media.

Dengan melakukan branding lewat social media, biaya yang dikeluarkan lebih murah dan mempunyai  dampak yang besar, dengan media online penetrasi brand awarenes di negara tujuan lebih mudah.  namun jangan merasa telah mengonlinekan produk anda hanya dengan berbekal situs tentang produk anda, di social media dibutuhkan lebih dari itu untuk memkomunikasikan produk anda, metode terbaik adalah biarkan pelanggan anda secara sukarela menyebarkan informasi tentang produk anda, namuh hasil seperti itu tidak semudah membalikan telapak tanggan, perlu service kepada pelanggan agar dengan sukarela memasarkan produk anda.

Saat ini sebenarnya hampir semua pelaku industri telah mempunyai akun facebook, yang juga termasuk social media, namun masih sangat jarang yang mempergunakannya untuk keperluan bisnisnya secara optimal. Biasanya mereka pesimis dengan keefektifan dari promosi produk lewat media online, hal yang baik melakukan analisa segmentasi pasar terlebih dahulu, misalnya ketika indosat memperkenalkan Blackberry Gemini ke pasaran, hanya dengan mengandalkan facebook dan tanpa iklan di televisi, penjualan produk tersebut melebihi target yang ditentukan, karena memang segmen penguna produk tersebut memang pengguna internet.

Tentu saja sangat tidak arif  hanya mengunakan social media untuk mendongkrak branding suatu produk, karena sebagai saluran komunikasi, lebih efektif jika memanfaatkan banyak saluran komunikasi daripada hanya satu saluran komunikasi. Namun social media merupakan pilihan yang layak dipertimbangkan karena mampu mendongkrak branding di era perdagangan bebas ini, promosi yang dilakukan mampu menembus batas negara hanya dengan biaya yang  relatif murah namun efektif.

*juga dapat dilihat di sini

AddThis Social Bookmark Button

Software Black Hole

January 17th, 2010 indrakharisma Posted in pengujian Perangkat Lunak | 5 Comments »

melakukan pengujian perangkat lunak secara menyeluruh hampir pasti tidak dapat dilakukan, hal ini dikarenakan karena keterbatasan budged dan juga waktu. hal tersebut memacu para software developer untuk merancang metode testing yang efektif dan efisien.

banyak yang berangapan bahwa bugs dalam software tersebar secara homogen, namun hal itu di tentang dengan adanya teori bahwa bugs dalam software berkumpul, hal ini yang disebut software black hole. dalam teori bugs yang berkumpul, maka perlu dilakukan testing pada seluruh bagian dari software, dan hal ini mutlak sulit dilakukan. sedangkan pada teori software black hole testing difokuskan kepada bagian software tempat bugs berkumpul.

pola pikir dalam menguji bugs yang homogen adalah menjalankan tes, mencari bugs, memperbaiki bugs, menguji kembali, dan melakukan iterasi pengujian. sedangkan pola pikir pengujian pada software black hole adalah mengeksplorasi software black hole dan memperbaiki black hole tersebut dengan cara merdesign ulang software modul dan kemudian mengeksplorasi kembali software black hole.

secara praktik, hal itu dilakukan dengan menerapkan black box dan white box testing, black box testing merefleksikan pengujian terhadap requirement, sedangkan white box testing merefleksikan pengujian terhadap software black hole

AddThis Social Bookmark Button

Tantangan dalam menguji komponen COTS

January 17th, 2010 indrakharisma Posted in pengujian Perangkat Lunak | No Comments »

ada yang berangapan keuntungan mengunakan COTS dalam software adalah

  • biaya pengembangan berkurang
  • waktu pengembangan berkurang
  • dapat membangun system yang komplek dengan usaha yang rendah dengan mengunakan prinsip reusable
  • usaha untuk pengujian berkurang

untuk poin terakhir, usaha untuk pengujian berkurang, tampaknya masih harus dibuktikan lebih lanjut.

dalam sebuah studi kasus yang terkenal di bidang software engineering, tentang Ariane Flight 501 yang terjatuh setelah take off selama 30 detik, hal itu terjadi kerena kegagalan software, yang gagal melakukan konversi ke integer. padahal code tersebut telah lolos pengujian pada Ariane 4, namun pada Ariane 5 mempunyai kecepatan yang lebih tinggi dan bobot yang lebih berat. pelajaran yang dapat diambil adalah walaupun suatu komponen telah lolos pengujian, namun ketika terdapat perubahan pada sistem disekitarnya maka belum tentu komponen tersebut berjalan dengan baik.

tantangan dalam menguji komponen adalah tidak tersedianya system requirement, namun hanya terdapat component spesification. selain itu lingkungan serta interaksi dengan komponen lain yang tidak bisa di prediksi.

selain itu tantangan untuk menguji komponen dalam kaitannya dengan sistem di sekitarnya adalah pengujian dilakukan oleh pengguna komponen, tidak tersediannya source code, selain itu dependencies dan interaction antar komponen bisa sangat komplek.

Untuk itu untuk menguji komponen COTS terdapat beberapa langkah yaitu

interface coverage : menguji semua interface, pengujian standar, seperti black box yang menguji dengan memasukan inputan tertentu dan menyesuaikan outputnya.

Event coverage : menguji interface dengan memanggilnya lewat komponen lain yang berhubungan dengan komponen tersebut.

Context Dependency Test Coverage : terkadang komponen mempunyai ketergantungan yang sequensial dengan komponen yg lain, sehingga perlu dipertimbangkan pengujian pemangilan interface dengan multi komponen dengan pemangilan secara beruntun.

dengan mengunakan komponen COTS bukan berarti mentiadakan testing, pengujian komunikasi komponen dalam sistem besar merupakan hal yang penting agar menghasilkan software yang baik.

AddThis Social Bookmark Button

Verifikasi dan validasi

January 17th, 2010 indrakharisma Posted in pengujian Perangkat Lunak | 1 Comment »

verifikasi adalah proses mengevaluasi software untuk menentukan apakah produk telah sesuai dengan tahap pengembangan mulai dari fase awal. verifikasi berbasis proses, menjawab pertanyaan  Have we built the software right?

validasi adalah proses mengevaluasi software selama atau pada akhir fase pengembangan untuk membandingkan apakah software telah sesuai dengan requirement. validasi berbasis produk, menjawab pertanyaan Have we built the right software?

AddThis Social Bookmark Button

pertanyaan dasar yang harus dijawab dalam software testing

January 17th, 2010 indrakharisma Posted in pengujian Perangkat Lunak | 1 Comment »

dalam melakukan pengujian perangkat lunak, ada beberapa pertanyaan dasar yang sebaiknya dijawab oleh tester agar mencapai hasil yang baik.

misi dari testing
mengapa anda melakukan testing? apa yang anda ingin pelajari?

pemilihan strategi
bagaimanan anda mengorganisasikan pekerjaan anda untuk meraih misi anda?

oracle/sematic
bagaimana anda mengetahui bahwa program itu lolos testing atau gagal?

ketidak mungkinan melakukan testing secara sempurna
apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan testing secara lengkap?

mengukur permasalahan
sejauh mana testing dianggap cukup?

AddThis Social Bookmark Button